Basis Data (Database)

 Basis Data (Database)

Nama : Sella Rilani

Npm : 2002R003

Prodi : Sistem Informasi S1


A .Pengertian Basis Data





Basis data adalah kumpulan terorganisasi dari data – data yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh penggunanya.


B. Tujuan Basis Data 


Tujuan basis data adalah sebagai berikut:


 1. Mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, ketepatan  dan kecepatan dalam pengambilan kembali.

 2. Tidak adanya redundansi dan menjaga konsistensi data.

 3. Pengaturan dalam pemilahan data sesuai dengan fungsi dan jenisnya.


C. Manfaat Basis Data 



Manfaat basis data:


 1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)

 2. Kebersamaan Pemakaian (Sharability)

 3. Pemusatan Kontrol Data

 4. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

 5. Keakuratan (Accuracy)

 6. Ketersediaan (Availability)

 7. Kelengkapan (Completeness)

 8. Keamanan (Security)

 9. Kemudahan dalam Pembuatan Program Aplikasi Baru

 10. User View


D. Kelemahan Basis Data


Kelemahan Sistem basis data sebagai berikut : 

 

 • Mahal

Pada penerapannya sistem basis data membutuhkan banyak komponen yang terlibat diantaranya komputer dengan spek yang sangat bagus dan tinggi, tenaga ahli yang akan dibayar harddisk yang memerlukan tempat khusus hal yang tersebut berguna untuk bisa memberikan data yang benar ataupun akurat.


 • Kompleks

data pada sistem basis data tersambung dengan satu sama dengan lainnya. jika terjadi satu saja perubahan maka hal tersebut bisa mengubah seluruh isi tersebut.


 • Membutuhkan ruang ataupun tempat penyimpanan yang besar

Basis data membutuhkan tempat penyimpanan yang sangat luas, jika ruang penyimpanan kecil maka akan mempersulit penyimpanan hasil dari proses pengolahan data.


 • Memerlukan Tenaga Spesialis

Dalam kegiatan pengolahan basis data tidak dapat melaksanakan sembarang orang, memerlukan keahlian yang khusus pada bidang penerapan sistem basis data.


E. Keuntungan Basis Data




Kuntungan Sistem Basis Data sebagai berikut : 


 • Data Menjamin

Sistem basis data memberikan keamanan berupa password serta hak akses cuman bagi pemakainya, hingga orang yang tidak memiliki kepentingan tak bisa mengakses ataupun mengubah data tersebut


 • Integrasi data

Kerangkapan data harus selalu dijaga sebab data tersebut akan menjadi akurat sesuai dengan pengolahan data.


 • Dapat dipakai secara Bersama

Data digunakan Bersama sama oleh beberapa program aplikasi pada saat yang bersamaan.


F. Ciri-Ciri Basis Data ( Database)


Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri database, terdiri atas:


 • Sistem yang dapat menyimpan data ke dalam floppy disk atau

 • Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan mudah dan terkontrol.

 • Data terpisah dari program.


G. Contoh Penerapan Basis Data


1. Informasi Retail Perbankan 


dengan memanfaatkan teknologi jaringan dan database, kemampuan basis data dapat dioptimalkan. misalnya transaksi antar cabang sebuah perbankan secara online.

dapat mengetahui dengan jelas jumlah costumer dan transaksi yang dilakukannya


2. Belajar di Universitas


Jika kita di sebuah universitas, maka akan ada suatu sistem database yang berisi informasi tentang mahasiswa, matakuliah yang diambil pada semester itu, detil tentang biaya kuliah, modul yang sudah diambil tahun sebelumnya juga yang diambil tahun ini serta rincian dari semua hasil ujian. Selain itu juga terdapat suatu database yang berisi program kuliah tahun depan, admission dan sebuah database yang berisi rincian staff yang bekerja di universitas itu.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Sistem Basis Data



A. Komponen - Komponen Pada Basis Data


1. Perangkat Keras

Perangkat keras atau hardware yang umumnya terdapat dalam sistem basis data adalah komputer, hard disk, memori sekunder offline (removable disk, fd), perangkat komunikasi jaringan.


2. Sistem Operasi

Sistem operasi adalah program yang dirancang untuk mengaktifkan sistem komputer dan mengendalikan seluruh sumber daya yang ada di dalamnya termasuk operasi- operasi dasar komputer. seperti Windows, Unix dan Linux.


3. Basis Data

Komponen adalah sekumpulan data yang terorganisir dengan baik sehingga data tersebut mudah disimpan, diakses, dan juga dapat dimanipulasi. Sistem basis data dapat terdiri dari beberapa basis data yang memiliki data masing- masing.


4. Database Management System atau DBMS

DBMS atau database management system adalah program aplikasi khusus yang dirancang untuk membuat dan juga mengelola database yang tersedia. Sistem ini berisi koleksi data dan set program yang digunakan untuk mengakses database tersebut.

DBMS adalah software yang berperan dalam mengelola, menyimpan, dan mengambil data kembali. Adapun mekanisme yang digunakan sebagai pelengkap adalah pengaman data, konsistensi data dan pengguna data bersama.

Contoh dari DBMS adalah Microsoft Access, MySql, Oracle databse, Sybase, Borland-Interbasi, PostgreSQL dll.


5. Pemakai atau User

User adalah salah satu komponen database yang berinteraksi secara langsung dengan database. Ada beberapa tipe user, diantaranya, programmer aplikasi, User mahir (casual user), user umum (end user) dan user khusus (specialized user)


6. Aplikasi atau Perangkat Lain

Aplikasi ini tergantung kebutuhan, pemakai basis data bisa dibuatkan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan atau pengambilan data yang mudah dalam pemakaianya. Program tersebut ada yang tersedia langsung dalam DBMS atau dibuat menggunakan aplikasi lain seperti misalnya Visual Basic.


 B. Bahasa Basis Data (Database Language)



Bahasa database merupakan bahasa data yang dapat ditempelkan kedalam bahasa pemrograman yang lain, sebut saja Java, Pascal, Fortran dst. Bahasa dimana instruksi data base menempel disebut inang. Beberapa komponen Bahasa data base menurut fungsinya dibagi dua, yaitu:


1.Data Definition Language

 Data definition language adalah sekumpulan definisi yang disimpan di dalam data dictionary.


2. Data Manipulation Language

 Data Manipulation Language berisi akumulasi dari operasi manipulasi basis data yang dilakukan. Ini biasa disebut dengan bahasa query sebab biasanya digunakan untuk meminta informasi yang ada dari basis data tersebut.


C. Jenjang Data Dalam Basis Data



 1. Characters: merupakan bagian yang paling kecil. Bagian ini bisa berupa karakter numerik atau angka seperti 0 sampai 9, huruf seperti A sampai Z, dan berbagai karakter khusus seperti ., #, @, *, dan lain sebagainya yang nantinya akan membentuk sebuah item data atau field


 2. Field: merupakan sebuah presentasi dari atribut yang berasal dari record. Field berfungsi untuk menunjukkan item data atau field seperti nama, alamat, dan lain-lain. Nanti kumpulan dari field tersebut akan membentuk sebuah record

     • Field Name: wajib diberi nama agar dapat membedakan antara field yang satu dengan field yang lainnya

     • Field Representation: merupakan tipe field misalnya teks, karakter, angka, tanggal, dan lain sebagainya. Sementara untuk lebar field mencakup ruang maksimum yang bisa diisi oleh karakter-karakter data

     • Field Value: merupakan isi dari field untuk setiap record


 3. Record: merupakan kumpulan field yang nanti akan membentuk record. Record menggambarkan sebuah unit data yang berasal dari individu tertentu. Nanti kumpulan dari record akan membentuk sebuah file seperti file personalia. Setiap record bisa mewakili setiap data karyawan


 4. File: merupakan kumpulan record yang berfungsi untuk menggambarkan sebuah satu kesatuan data yang memiliki jenis sama. Contohnya file untuk mata pelajaran yang di dalamnya terdapat seluruh mata pelajaran yang ada.


 5. Database: merupakan kumpulan tabel atau file yang membentuk sebuah database


D. Tipe File Didalam Sistem Basis Data


 1. BERKAS INDUK (MASTER FILE)

File induk merupakan file yang terpenting pada suatu system. Sebuah file induk merupakan file yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok tertentu dan dipelihara secara teratur.


Contoh : System Rumah Sakit memerlukan file induk tentang catatan pasien, catatan penyakit, disamping file lainnya.Jenis informasi pada file induk cenderung tetap, tetapi isi informasinya dapat sering berubah. File induk selalu diperbaharui dengan menggunakan file transaksi.


 2. BERKAS TRASAKSI (TRANSACTION FILE)

Yaitu file yang berisi informasi yang digunakan untuk memperbaharui file Master dengan informasi yang baru  Sehingga dengan adanya file transaksi ini, file master dapat berubah sesuai dengan informasi yang ada di file transaksi tersebut. 


Contoh: rekaman tentang pelanggang yang sudah membayar tagihan listrik akan membentuk file transaksi,sesekali seminggu catatan pada file transaksi di gunakan untuk memperbaharui record pada file master.

Alasannya : file tersebut memiliki tenggang waktu untuk di-update, berapa banyak listrik yang dipakai dan berapa besar biaya yang harus dibayarkan pengguna.


 3. BERKAS LAPORAN (REPORT FILE)

Yaitu file yang berisi data yang dibuat untuk laporan atau keperluan user, file ini hanya bisa dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar monitor. File ini merupakan turunan laporan tercetak yang ditahan pada piringan atau pita menunggu printer siap mencetak.


Contoh : data laporan keuangan atau akuntansi sebuah Perusahaan yang harus diketahui bagian-bagian terkait.

Alasannya : orang-orang pada bagian tertentu tersebut (akuntan/manager) harus mengetahui atau bahkan mencetak hasilnya untuk membantu dan mempertanggung jawabkan pekerjaan mereka.


 4. BERKAS KERJA (WORK FILE )

Yaitu file sementara dari system yang merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh program ke program lain. Dalam hal ini adalah proses perubahan file master dengan menggunkan file transaksi sebagai file pengganti atau perubahnya.

Contoh : saat penyortiran bang berlangsung, saat itu juga file dibuat dan diproses.

Alasannya : agar diketahui barang yang layak jual ataupun yang tidak dikarenakan rusak/kesalahan pabrik


 5. BERKAS PROGRAM (PROGRAM FILE)

Yaitu file yang berisi intruksi-intruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Intruksi-intruksi tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi ( BASIC, Pascal, COBOL, FORTRAN, PL/1, RPG, dan lain-lain) bahasa assembler, bahasa rakitan, dan lain sebagainya.

Contoh : digunakannya sebuah bahasa pemrograman PASCAL untuk mengolah data nilai setiap siswa pada sebuah sekolah

Alasannya : untuk mengurangi kekeliruan atau kesalahan dalam perhitungannya.


 6. BERKAS FILE (TEXT FILE)

Yaitu file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah teks editor program. Teks File ini hanya dapat diproses dengan menggunkanan teks editor.

Contoh : penggunaan text file sebagai basis data pada website untuk menanggulangi webhosting gratis yang tidak mendukung DBMS.

Alasannya : untuk mengatasi masalah penyimpanan data pada webhosting yang bersifat gratis yang diolah dengan mesin program.


E. Tiga Level Abstraksi Data Didalam Basis Data



Abstraksi data merupakan tingkatan/level bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.


Tiga level abstraksi data:

  1. Level Fisik (Physical Level). Pemakai melihat data 

sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri dan berkompeten dalam mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan/pengorganisasian data (teks, angka, himpunan bit data, dll).


  2. Level Lojik/Konseptual (Conseptual Level). 

Menggambarkan data apa yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.


  3. Level Penampakan (View Level).

Untuk pemakai yang hanya membutuhkan sebagian data/informasi dalam basis data yang kemunculannya di mata pemakai diatur oleh aplikasi end-user.

Komentar

Posting Komentar